01 - Hero Mobile App
NabakoScan
Nabati Kokbaun merupakan media informasi pertanian digital yang dirancang untuk membantu petani di wilayah Kokbaun dalam mengenali tanaman, hama, penyakit, musuh alami, serta pemanfaatan pestisida nabati guna mendukung pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
02 - Info Hari Ini dan Cuaca
03 - Pencarian Cepat
Cari tanaman, hama, penyakit, atau bahan nabati
Contoh: jagung, cabai, ulat grayak, kutu daun, daun nimba, thrips.
04 - Menu Informasi Pertanian
Pilih informasi yang dibutuhkan
Data Tanaman
Tanaman, hama, penyakit, dan pengendalian
Klik tanaman untuk melihat foto tanaman, gejala serangan, gambar hama/penyakit, dan cara pengendaliannya.
Jagung
Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia khususnya NTT. Produktivitas jagung sering mengalami penurunan akibat serangan hama dan penyakit, sehingga petani perlu mengenali gejala dan cara pengendalian sejak dini.
Hama pada Jagung
Ulat Grayak Spodoptera frugiperda
Ulat Grayak
Ciri-ciri:- Larva berwarna hijau kecokelatan hingga hitam.
- Kepala memiliki pola huruf Y terbalik.
- Daun berlubang tidak beraturan.
- Pucuk tanaman rusak.
- Terdapat kotoran ulat pada pucuk.
Kehilangan hasil hingga 70%.
Pengendalian:- Tanam serempak.
- Pengamatan rutin.
- Musnahkan telur dan larva.
- Gunakan musuh alami.
- Pestisida sesuai rekomendasi.
Penggerek Batang Ostrinia furnacalis
- Batang berlubang.
- Tanaman mudah patah.
- Tongkol tidak berkembang sempurna.
- Sanitasi lahan.
- Pemusnahan sisa tanaman.
- Rotasi tanaman.
Lalat Bibit Atherigona spp.
- Titik tumbuh mati.
- Tanaman muda layu.
- Pertumbuhan terhambat.
- Benih sehat.
- Tanam serempak.
- Cabut tanaman terserang.
Kutu Daun Rhopalosiphum maidis
- Daun menguning.
- Tanaman kerdil.
- Menularkan penyakit virus.
- Pelihara musuh alami.
- Kendalikan gulma.
Penggerek Tongkol Helicoverpa armigera
- Biji rusak.
- Tongkol berlubang.
- Sanitasi kebun.
- Pengamatan rutin.
Belalang
- Daun habis dimakan.
- Pertumbuhan terganggu.
- Penangkapan manual.
- Pengendalian gulma.
Tikus
- Batang terpotong.
- Tongkol rusak.
- Gropyokan.
- Sanitasi lingkungan.
- Rumah burung hantu.
Burung
- Biji berkurang.
- Tongkol rusak.
- Orang-orangan sawah.
- Jaring penghalang.
Penyakit pada Jagung
Bulai Peronosclerospora spp.
Peronosclerospora spp.
Gejala:- Daun belang putih kekuningan.
- Tanaman kerdil.
- Tidak menghasilkan tongkol normal.
- Varietas tahan.
- Benih sehat.
- Cabut tanaman sakit.
Hawar Daun Exserohilum turcicum
Exserohilum turcicum
Gejala:- Bercak memanjang cokelat.
- Daun mengering.
- Sanitasi lahan.
- Rotasi tanaman.
Karat Daun Puccinia sorghi
Puccinia sorghi
Gejala:- Bintik-bintik cokelat kemerahan.
- Varietas tahan.
- Fungisida bila diperlukan.
Bercak Daun
- Bercak cokelat pada daun.
- Daun mengering.
- Sanitasi lahan.
- Rotasi tanaman.
Busuk Batang
- Batang lunak.
- Tanaman rebah.
- Drainase baik.
- Pemupukan berimbang.
Busuk Tongkol
- Tongkol berjamur.
- Biji membusuk.
- Panen tepat waktu.
- Penyimpanan kering.
Mosaik Jagung Virus mosaik jagung
Virus mosaik jagung.
Gejala:- Daun belang hijau muda dan hijau tua.
- Tanaman kerdil.
- Benih sehat.
- Kendalikan kutu daun sebagai vektor.
Kacang Tanah
Kacang tanah merupakan tanaman pangan yang rentan terhadap berbagai hama dan penyakit sejak fase perkecambahan hingga panen.
Hama pada Kacang Tanah
Ulat Grayak Spodoptera litura
Larva ngengat memakan daun.
Gejala:- Daun berlubang dan habis dimakan.
- Pada serangan berat hanya tersisa tulang daun.
- Pengamatan rutin.
- Pengumpulan telur dan ulat.
- Pemanfaatan musuh alami.
- Pestisida nabati dari mimba atau sirsak.
Ulat Jengkal Chrysodeixis chalcites
- Daun berlubang.
- Daun menjadi gundul.
- Sanitasi lahan.
- Pengendalian biologis.
Kutu Daun Aphis craccivora
- Daun keriting.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Menularkan virus.
- Musuh alami seperti kumbang koksi.
- Pengendalian gulma.
Thrips Thrips palmi
- Daun berwarna keperakan.
- Pertumbuhan tanaman terganggu.
- Sanitasi lahan.
- Pengendalian gulma.
Penggerek Polong
- Polong berlubang.
- Biji rusak.
- Panen tepat waktu.
- Pengamatan rutin.
Tikus
- Polong dimakan.
- Tanaman rusak.
- Gropyokan.
- Sanitasi lingkungan.
Penyakit pada Kacang Tanah
Bercak Daun Awal Cercospora arachidicola
Cercospora arachidicola
Gejala:- Bercak cokelat pada daun.
- Daun menguning dan gugur.
- Benih sehat.
- Rotasi tanaman.
- Sanitasi lahan.
Bercak Daun Akhir Nothopassalora personata
Nothopassalora personata (dahulu Phaeoisariopsis personata).
Gejala:- Bercak hitam pada daun.
- Daun rontok sebelum panen.
- Sanitasi lahan.
- Rotasi tanaman.
Karat Daun Puccinia arachidis
Puccinia arachidis
Gejala:- Bintik cokelat kemerahan pada daun.
- Daun cepat mengering.
- Varietas tahan.
- Sanitasi lahan.
Layu Bakteri Ralstonia solanacearum
Bakteri Ralstonia solanacearum.
Gejala:- Tanaman layu mendadak.
- Daun tetap hijau tetapi tanaman mati.
- Rotasi tanaman.
- Drainase baik.
- Cabut tanaman terserang.
Busuk Batang Sclerotium rolfsii
Sclerotium rolfsii
Gejala:- Pangkal batang membusuk.
- Tanaman rebah dan mati.
- Sanitasi lahan.
- Pengaturan drainase.
Virus Mosaik
Virus mosaik.
Gejala:- Daun belang hijau muda dan hijau tua.
- Tanaman kerdil.
- Benih sehat.
- Kendalikan kutu daun sebagai vektor.
Kacang Nasi / Kacang Tali
Tanaman kacang lokal yang membutuhkan pengamatan daun, polong, serta penyimpanan biji agar hasil tetap baik.
Hama pada Kacang Nasi / Kacang Tali
Ulat Grayak Spodoptera litura
Larva ngengat Spodoptera litura.
Gejala:- Daun berlubang tidak beraturan.
- Daun habis dimakan hingga tinggal tulang daun.
- Serangan berat menyebabkan tanaman gundul.
- Pengumpulan telur dan ulat secara manual.
- Sanitasi lahan.
- Pemanfaatan musuh alami.
- Pestisida nabati seperti mimba, sirsak, atau serai wangi.
Kutu Daun Aphis craccivora
Kutu mengisap cairan tanaman.
Gejala:- Daun menggulung.
- Daun menguning.
- Tanaman kerdil.
- Menularkan virus mosaik.
- Konservasi kumbang koksi.
- Pengendalian gulma.
- Semprotan pestisida nabati.
Thrips Thrips spp.
Serangan thrips yang mengisap cairan daun.
Gejala:- Daun berwarna keperakan.
- Daun keriting.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Sanitasi lahan.
- Perangkap kuning.
- Musuh alami.
Penggerek Polong
Larva serangga masuk ke dalam polong.
Gejala:- Polong berlubang.
- Biji rusak.
- Produksi menurun.
- Panen tepat waktu.
- Musnahkan polong terserang.
Kumbang Bubuk Penyimpanan Callosobruchus spp.
- Biji berlubang.
- Berat biji berkurang.
- Daya kecambah menurun.
- Simpan biji dalam wadah tertutup.
- Keringkan biji sebelum penyimpanan.
Penyakit pada Kacang Nasi / Kacang Tali
Bercak Daun Cercospora Cercospora spp.
Jamur Cercospora spp.
Gejala:- Bercak cokelat hingga kehitaman pada daun.
- Daun menguning dan gugur.
- Benih sehat.
- Rotasi tanaman.
- Sanitasi lahan.
Karat Daun
Jamur penyebab karat daun.
Gejala:- Bintik cokelat kemerahan pada daun.
- Daun cepat mengering.
- Varietas tahan.
- Pengaturan jarak tanam.
Embun Tepung Erysiphe spp.
Jamur Erysiphe spp.
Gejala:- Daun tertutup lapisan putih seperti tepung.
- Daun menguning dan mengering.
- Sanitasi lahan.
- Kurangi kelembapan tanaman.
Layu Fusarium Fusarium oxysporum
Jamur Fusarium oxysporum.
Gejala:- Daun layu.
- Batang bagian dalam berwarna cokelat.
- Tanaman mati perlahan.
- Rotasi tanaman.
- Drainase baik.
- Benih sehat.
Penyakit Mosaik
Virus mosaik yang ditularkan kutu daun.
Gejala:- Daun belang hijau muda dan hijau tua.
- Daun keriting.
- Tanaman kerdil.
- Benih sehat.
- Pengendalian kutu daun.
- Cabut dan musnahkan tanaman sakit.
Kacang Hijau
Kacang hijau perlu pengamatan rutin terhadap serangan hama daun, penggerek polong, dan penyakit yang dapat menurunkan produksi.
Hama pada Kacang Hijau
Ulat Grayak Spodoptera litura
Larva ngengat Spodoptera litura.
Gejala:- Daun berlubang tidak beraturan.
- Daun habis dimakan hingga tersisa tulang daun.
- Tanaman tampak gundul pada serangan berat.
- Tanam serempak.
- Pengumpulan telur dan ulat.
- Sanitasi lahan.
- Pemanfaatan musuh alami.
- Pestisida nabati mimba, sirsak, atau serai wangi.
Kutu Daun Aphis craccivora
- Daun menggulung.
- Daun menguning.
- Pertumbuhan terhambat.
- Tanaman kerdil.
- Pelestarian kumbang koksi dan laba-laba.
- Pengendalian gulma.
- Pestisida nabati.
Thrips Thrips spp.
- Permukaan daun berwarna keperakan.
- Daun keriting.
- Pertumbuhan tanaman terganggu.
- Perangkap kuning.
- Sanitasi lahan.
- Pengendalian gulma.
Penggerek Polong Maruca vitrata
- Bunga rusak.
- Polong berlubang.
- Biji tidak berkembang sempurna.
- Panen tepat waktu.
- Musnahkan polong terserang.
Kepik Hijau Nezara viridula
- Polong keriput.
- Biji hampa.
- Mutu hasil menurun.
- Pengamatan rutin.
- Sanitasi lahan.
Lalat Kacang Ophiomyia phaseoli
- Batang terdapat liang gerekan.
- Daun menguning.
- Tanaman layu dan mati.
- Benih sehat.
- Tanam serempak.
- Cabut tanaman terserang berat.
Penyakit pada Kacang Hijau
Embun Tepung Erysiphe polygoni
Jamur Erysiphe polygoni.
Gejala:- Daun tertutup lapisan putih seperti tepung.
- Daun menguning dan mengering.
- Jarak tanam tidak terlalu rapat.
- Sanitasi tanaman sakit.
Bercak Daun Cercospora Cercospora canescens
- Bercak bulat hingga tidak beraturan.
- Warna cokelat keabu-abuan.
- Daun gugur.
- Rotasi tanaman.
- Benih sehat.
- Sanitasi lahan.
Karat Daun Uromyces phaseoli
- Bintik cokelat kemerahan pada daun.
- Daun mengering lebih cepat.
- Varietas tahan.
- Sanitasi lahan.
Layu Fusarium Fusarium oxysporum
- Tanaman layu pada siang hari.
- Batang bagian dalam berwarna cokelat.
- Tanaman mati.
- Rotasi tanaman.
- Drainase baik.
- Benih sehat.
Busuk Akar Rhizoctonia Rhizoctonia solani
- Akar membusuk.
- Tanaman layu.
- Pertumbuhan terhambat.
- Drainase baik.
- Hindari genangan air.
Mosaik Kuning Kacang Hijau
Virus yang ditularkan kutu kebul dan kutu daun.
Gejala:- Daun belang kuning dan hijau.
- Tanaman kerdil.
- Produksi turun drastis.
- Benih sehat.
- Kendalikan serangga vektor.
- Cabut tanaman yang sakit.
Antraknosa Colletotrichum truncatum
- Bercak hitam cekung pada batang, polong, dan daun.
- Polong mengering sebelum matang.
- Benih sehat.
- Rotasi tanaman.
- Sanitasi lahan.
Cabai
Cabai perlu pengamatan intensif karena hama pengisap, ulat, dan penyakit dapat menurunkan hasil dengan cepat.
Hama pada Cabai
Kutu Daun Aphis gossypii
- Daun mengeriting dan menguning.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Menghasilkan embun madu yang menyebabkan cendawan jelaga.
- Menularkan penyakit virus.
- Gunakan mulsa plastik perak.
- Pasang perangkap kuning.
- Manfaatkan musuh alami seperti kepik dan kumbang koksi.
- Semprot pestisida nabati dari daun mimba atau serai.
Thrips Thrips parvispinus
- Daun keriting ke atas.
- Permukaan daun berwarna keperakan.
- Bunga dan buah muda rontok.
- Sanitasi kebun.
- Gunakan perangkap warna biru.
- Semprot ekstrak bawang putih atau mimba.
- Lepaskan musuh alami seperti predator Orius.
Tungau Kuning Polyphagotarsonemus latus
- Daun keriting dan menebal.
- Tunas muda mengecil.
- Tanaman kerdil.
- Pangkas bagian terserang.
- Jaga kelembapan lahan.
- Gunakan pestisida nabati berbahan mimba.
Lalat Buah Bactrocera spp.
- Buah berlubang.
- Buah membusuk dan gugur.
- Terdapat belatung di dalam buah.
- Kumpulkan dan musnahkan buah terserang.
- Pasang perangkap metil eugenol.
- Bungkus buah jika memungkinkan.
Ulat Grayak Spodoptera litura
- Daun berlubang tidak beraturan.
- Serangan berat menyebabkan tanaman gundul.
- Ambil ulat secara manual.
- Gunakan lampu perangkap.
- Semprot biopestisida berbahan Bacillus thuringiensis.
Penyakit pada Cabai
Antraknosa / Patek
- Bercak cekung berwarna hitam pada buah.
- Buah membusuk sebelum panen.
- Gunakan benih sehat.
- Buang buah terserang.
- Atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik.
- Rotasi tanaman.
Layu Bakteri Ralstonia solanacearum
Ralstonia solanacearum
Gejala:- Tanaman tiba-tiba layu.
- Daun tetap hijau tetapi layu.
- Batang mengeluarkan lendir putih jika dipotong.
- Gunakan varietas tahan.
- Cabut dan musnahkan tanaman sakit.
- Perbaiki drainase.
- Rotasi dengan tanaman non-solanaceae.
Layu Fusarium Fusarium oxysporum
Fusarium oxysporum
Gejala:- Daun menguning dari bawah.
- Pembuluh batang berwarna cokelat.
- Tanaman layu bertahap.
- Gunakan benih sehat.
- Pengapuran tanah.
- Aplikasi agens hayati Trichoderma.
Bercak Daun Cercospora Cercospora capsica
Cercospora capsica
Gejala:- Bercak bulat cokelat pada daun.
- Daun menguning dan gugur.
- Pangkas daun terserang.
- Kurangi kelembapan kebun.
- Rotasi tanaman.
Virus Kuning Begomovirus
- Daun menguning.
- Daun keriting dan mengecil.
- Tanaman kerdil.
- Produksi menurun drastis.
- Kendalikan kutu kebul sebagai vektor.
- Cabut tanaman terserang berat.
- Gunakan varietas tahan.
- Pasang perangkap kuning.
Busuk Phytophthora Phytophthora capsica
Ganti https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEit8SvjdXzFC5uw8zT30bvMiIgPoKX7iLqJcT-a13xldNIpURsxPBhqa6MCASujFUrBn0YL8F0TDkEMA_0OGbS0UWgJdsrZ8yoPPSkTApc1sKMD8m1Ec6J6jO5-awhgcYi117pVG0mal6SltGCryC9T2L4i_DEq0t6vc3CsPrwzQMYLC7XXc6nt48Hbf3hV dengan URL gambar asli.
Phytophthora capsica
Gejala:- Pangkal batang membusuk.
- Tanaman layu dan mati.
- Buah membusuk.
- Perbaiki drainase.
- Hindari genangan air.
- Gunakan bedengan tinggi.
- Rotasi tanaman.
Tomat
Tomat rentan terhadap hama pengisap, penggerek buah, dan beberapa penyakit daun serta layu.
Hama pada Tomat
Kutu Daun Aphis spp.
- Daun keriting dan menguning.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Muncul embun madu yang mengundang cendawan jelaga.
- Menularkan berbagai penyakit virus.
- Gunakan mulsa plastik perak.
- Pasang perangkap kuning.
- Pelihara musuh alami seperti kepik dan kumbang koksi.
- Semprot pestisida nabati berbahan mimba atau bawang putih.
Kutu Kebul Bemisia tabaci
- Daun menguning dan keriting.
- Tanaman tumbuh kerdil.
- Menularkan virus kuning pada tomat.
- Pasang perangkap kuning.
- Cabut tanaman yang terserang berat.
- Jaga kebersihan lahan.
- Gunakan pestisida nabati.
Thrips Thrips spp.
- Daun berwarna keperakan.
- Daun keriting dan mengering.
- Bunga mudah gugur.
- Sanitasi lahan.
- Gunakan perangkap biru.
- Semprot ekstrak mimba atau serai.
Ulat Grayak Spodoptera litura
- Daun berlubang.
- Serangan berat menyebabkan tanaman gundul.
- Kumpulkan ulat secara manual.
- Gunakan perangkap lampu.
- Aplikasikan biopestisida Bacillus thuringiensis.
Penggerek Buah Tomat Helicoverpa armigera
- Buah berlubang.
- Terdapat ulat di dalam buah.
- Buah membusuk dan gugur.
- Petik dan musnahkan buah terserang.
- Gunakan perangkap feromon.
- Tanam serempak.
Penyakit pada Tomat
Busuk Daun / Late Blight
- Bercak cokelat kehitaman pada daun.
- Daun cepat mengering.
- Buah membusuk.
- Gunakan benih sehat.
- Kurangi kelembapan.
- Buang bagian tanaman yang sakit.
Layu Bakteri Ralstonia solanacearum
Ralstonia solanacearum
Gejala:- Tanaman layu mendadak.
- Daun tetap hijau tetapi layu.
- Batang mengeluarkan lendir putih saat dipotong.
- Gunakan varietas tahan.
- Perbaiki drainase.
- Cabut dan musnahkan tanaman sakit.
- Rotasi tanaman.
Layu Fusarium Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici
Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici
Gejala:- Daun bagian bawah menguning.
- Pembuluh batang berwarna cokelat.
- Tanaman layu perlahan.
- Pengapuran tanah.
- Gunakan benih sehat.
- Aplikasi Trichoderma.
Bercak Daun Septoria Septoria lycopersici
Septoria lycopersici
Gejala:- Bercak kecil cokelat pada daun.
- Daun menguning lalu gugur.
- Pangkas daun terserang.
- Jaga jarak tanam.
- Rotasi tanaman.
Virus Kuning Keriting Daun Tomat TYLCV
- Daun menguning dan menggulung.
- Tanaman kerdil.
- Produksi buah menurun drastis.
- Kendalikan kutu kebul sebagai vektor.
- Cabut tanaman terserang.
- Gunakan varietas tahan.
Busuk Buah Antraknosa Colletotrichum spp.
Colletotrichum spp.
Gejala:- Bercak cekung berwarna hitam pada buah.
- Buah membusuk saat matang.
- Gunakan benih sehat.
- Buang buah terserang.
- Sanitasi kebun.
- Rotasi tanaman.
Bawang Merah / Putih
Bawang merah dan putih perlu pengamatan daun, umbi, dan kondisi penyimpanan untuk mencegah serangan hama serta penyakit.
Hama pada Bawang Merah / Putih
Thrips Thrips tabaci
- Daun berwarna putih keperakan.
- Ujung daun mengering.
- Daun menggulung dan pertumbuhan terhambat.
- Serangan berat menyebabkan hasil umbi menurun.
- Gunakan mulsa plastik perak.
- Pasang perangkap warna biru.
- Jaga kebersihan lahan.
- Semprot pestisida nabati berbahan mimba, serai, atau bawang putih.
Ulat Bawang Spodoptera exigua
- Daun berlubang dan robek.
- Daun tampak transparan karena dimakan dari dalam.
- Serangan berat menyebabkan tanaman gundul.
- Ambil telur dan ulat secara manual.
- Gunakan perangkap lampu.
- Aplikasikan biopestisida Bacillus thuringiensis.
Lalat Pengorok Daun Liriomyza spp.
- Terdapat garis-garis putih berkelok pada daun.
- Daun mengering.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Pangkas daun terserang.
- Musnahkan sisa tanaman setelah panen.
- Pasang perangkap kuning.
Tungau Aceria tulipae
- Daun menguning dan keriting.
- Umbi berkembang tidak normal.
- Pertumbuhan tanaman kerdil.
- Gunakan bibit sehat.
- Sanitasi lahan.
- Hindari kelembapan berlebihan.
Penyakit pada Bawang Merah / Putih
Bercak Ungu Alternaria porri
Alternaria porri
Gejala:- Bercak kecil berwarna putih pada daun.
- Berkembang menjadi bercak ungu kecokelatan.
- Daun mengering dari ujung ke pangkal.
- Gunakan benih sehat.
- Atur jarak tanam.
- Hindari kelembapan tinggi.
- Buang daun yang terserang.
Antraknosa / Moler Colletotrichum gloeosporioides
Colletotrichum gloeosporioides
Gejala:- Daun melengkung dan terpuntir.
- Ujung daun mengering.
- Tanaman layu dan rebah.
- Gunakan benih sehat.
- Cabut tanaman terserang.
- Rotasi tanaman.
Layu Fusarium Fusarium oxysporum
Fusarium oxysporum
Gejala:- Daun menguning.
- Akar membusuk.
- Umbi mengecil dan membusuk.
- Gunakan bibit sehat.
- Pengapuran tanah.
- Aplikasi agens hayati Trichoderma.
- Rotasi tanaman.
Embun Bulu / Downy Mildew Peronospora destructor
Peronospora destructor
Gejala:- Daun tampak pucat kehijauan.
- Muncul lapisan abu-abu keunguan pada daun.
- Daun layu dan mengering.
- Gunakan benih sehat.
- Perbaiki sirkulasi udara.
- Hindari kelembapan tinggi.
Busuk Umbi
Jamur dan bakteri seperti Erwinia, Fusarium, dan lainnya.
Gejala:- Umbi lunak dan berair.
- Mengeluarkan bau busuk.
- Terjadi di lapangan maupun saat penyimpanan.
- Panen pada umur yang tepat.
- Keringkan umbi sebelum disimpan.
- Simpan di tempat kering dan berventilasi baik.
Bercak Daun Stemphylium Stemphylium vesicarium
Stemphylium vesicarium
Gejala:- Bercak kuning memanjang pada daun.
- Daun mengering dan patah.
- Produksi umbi menurun.
- Sanitasi lahan.
- Rotasi tanaman.
- Gunakan benih sehat.
Kubis / Kol / Sawi
Kubis, kol, dan sawi rentan terhadap ulat daun, kutu daun, serta penyakit pada daun, akar, dan krop.
Hama pada Kubis / Kol / Sawi
Ulat Daun Kubis Plutella xylostella
Ulat tritip / Diamondback moth
Gejala:- Daun berlubang kecil-kecil.
- Tinggal epidermis daun sehingga tampak transparan.
- Serangan berat menyebabkan daun habis dan pertumbuhan terhambat.
- Kumpulkan dan musnahkan ulat.
- Gunakan perangkap feromon.
- Tanam serempak.
- Aplikasikan biopestisida Bacillus thuringiensis.
Ulat Krop Kubis Crocidolomia pavonana
- Ulat menyerang titik tumbuh.
- Daun muda berlubang dan menggulung.
- Krop kubis gagal terbentuk sempurna.
- Musnahkan kelompok telur.
- Sanitasi lahan.
- Gunakan pestisida nabati berbahan mimba.
Kutu Daun Kubis Brevicoryne brassicae
- Daun keriting dan menguning.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Menularkan penyakit virus.
- Pasang perangkap kuning.
- Pelihara musuh alami seperti kepik dan kumbang koksi.
- Semprot pestisida nabati.
Ulat Grayak Spodoptera litura
- Daun berlubang besar.
- Tanaman tampak gundul pada serangan berat.
- Ambil ulat secara manual.
- Gunakan perangkap lampu.
- Aplikasi biopestisida.
Lalat Kubis Delia radicum
- Larva merusak akar.
- Tanaman layu dan pertumbuhannya terhambat.
- Akar membusuk.
- Rotasi tanaman.
- Sanitasi lahan.
- Gunakan mulsa.
Penyakit pada Kubis / Kol / Sawi
Busuk Hitam / Black Rot Xanthomonas campestris
Xanthomonas campestris
Gejala:- Daun menguning berbentuk huruf V dari tepi daun.
- Tulang daun menghitam.
- Tanaman layu.
- Gunakan benih sehat.
- Rotasi tanaman.
- Musnahkan tanaman terserang.
Akar Gada / Clubroot Plasmodiophora brassicae
Plasmodiophora brassicae
Gejala:- Akar membengkak seperti gada.
- Tanaman layu pada siang hari.
- Krop kecil dan tidak berkembang.
- Pengapuran tanah.
- Gunakan varietas tahan.
- Rotasi tanaman minimal 2–3 tahun.
Bercak Daun Alternaria Alternaria brassicae
Alternaria brassicae
Gejala:- Bercak cokelat kehitaman berbentuk lingkaran.
- Daun mengering dan gugur.
- Sanitasi lahan.
- Buang daun terserang.
- Gunakan benih sehat.
Embun Bulu / Downy Mildew Hyaloperonospora parasitica
Hyaloperonospora parasitica
Gejala:- Bercak kuning pada daun.
- Bagian bawah daun terdapat lapisan putih keabu-abuan.
- Daun mengering.
- Kurangi kelembapan.
- Perbaiki sirkulasi udara.
- Gunakan benih sehat.
Busuk Lunak / Soft Rot Pectobacterium carotovorum
Pectobacterium carotovorum
Gejala:- Krop menjadi lunak dan berair.
- Mengeluarkan bau busuk.
- Cepat menyebar pada kondisi lembap.
- Hindari luka pada tanaman.
- Perbaiki drainase.
- Sanitasi lahan dan alat pertanian.
Layu Fusarium Fusarium oxysporum f.sp. conglutinans
Fusarium oxysporum f.sp. conglutinans
Gejala:- Daun menguning dari bawah.
- Tanaman layu dan pertumbuhan terhambat.
- Pembuluh batang berwarna cokelat.
- Gunakan varietas tahan.
- Rotasi tanaman.
- Aplikasi agens hayati Trichoderma.
Terung
Terung rentan terhadap hama pengisap, ulat, penggerek buah, lalat buah, serta penyakit layu dan busuk buah.
Hama pada Terung
Kutu Daun Aphis spp.
- Kutu bergerombol pada pucuk dan daun muda.
- Daun mengeriting.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Muncul lapisan hitam atau jamur jelaga.
- Pangkas bagian terserang.
- Gunakan pestisida nabati mimba atau sirsak.
- Pelihara musuh alami seperti kepik.
Kutu Kebul Bemisia tabaci
- Serangga putih beterbangan saat tanaman digoyang.
- Daun menguning.
- Tanaman kerdil.
- Menularkan virus keriting daun.
- Perangkap kuning.
- Sanitasi gulma.
- Pestisida nabati.
Thrips
- Daun tampak keperakan.
- Daun keriting.
- Bunga rontok.
- Sanitasi kebun.
- Perangkap biru.
- Menjaga kelembapan tanaman.
Ulat Grayak Spodoptera litura
- Daun berlubang besar.
- Daun habis dimakan.
- Serangan biasanya pada malam hari.
- Kumpulkan ulat secara manual.
- Gunakan lampu perangkap.
- Aplikasi biopestisida.
Penggerek Buah Terung
- Buah berlubang.
- Ada ulat di dalam buah.
- Buah membusuk dan tidak layak jual.
- Buang buah terserang.
- Gunakan perangkap feromon.
- Panen tepat waktu.
Lalat Buah
- Ada bekas tusukan pada buah.
- Buah busuk.
- Terdapat belatung di dalam buah.
- Bungkus buah muda.
- Gunakan perangkap metil eugenol.
- Sanitasi kebun.
Penyakit pada Terung
Layu Bakteri Ralstonia solanacearum
Ralstonia solanacearum
Gejala:- Tanaman layu mendadak.
- Daun tetap hijau tetapi layu.
- Batang mengeluarkan lendir putih saat dipotong.
- Rotasi tanaman.
- Drainase baik.
- Cabut dan musnahkan tanaman sakit.
Layu Fusarium Fusarium oxysporum
Fusarium oxysporum
Gejala:- Daun bawah menguning.
- Tanaman layu bertahap.
- Pembuluh batang berwarna cokelat.
- Pengapuran tanah.
- Rotasi tanaman.
- Gunakan bibit sehat.
Bercak Daun Cercospora
- Bercak bulat cokelat pada daun.
- Daun menguning lalu rontok.
- Pangkas daun sakit.
- Sanitasi kebun.
- Kurangi kelembapan berlebih.
Busuk Buah / Antraknosa Colletotrichum spp.
Jamur Colletotrichum spp.
Gejala:- Bercak cekung berwarna cokelat kehitaman.
- Buah membusuk saat mendekati panen.
- Panen tepat waktu.
- Hindari genangan air.
- Buang buah yang terserang.
Virus Keriting Daun
- Daun menggulung dan mengecil.
- Tanaman kerdil.
- Produksi buah menurun drastis.
- Kendalikan kutu kebul.
- Cabut tanaman yang terinfeksi.
- Gunakan bibit sehat.
Kangkung
Kangkung memiliki beberapa hama utama pada daun muda dan daun konsumsi. Data penyakit belum tersedia pada dokumen client.
Hama pada Kangkung
Kutu Daun / Aphid
- Daun muda keriting dan menguning.
- Ada koloni serangga kecil di bawah daun.
- Tanaman kerdil.
- Semprot air bertekanan.
- Gunakan pestisida nabati seperti mimba atau bawang putih.
- Musnahkan bagian terserang.
Ulat Grayak
- Daun berlubang besar tidak beraturan.
- Serangan cepat terutama malam hari.
- Pengambilan manual.
- Biopestisida Bacillus thuringiensis (Bt).
- Sanitasi gulma.
Lalat Pengorok Daun
- Daun ada garis putih seperti terowongan.
- Daun mengering dan rusak.
- Buang daun terserang.
- Perangkap kuning.
- Rotasi tanaman.
Penyakit pada Kangkung
Mentimun
Tanaman mentimun (Cucumis sativus) rentan terhadap berbagai hama dan penyakit, terutama pada musim hujan atau saat kelembapan tinggi. Petani perlu mengenali gejala sejak dini agar pengendalian dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Hama pada Mentimun
Kutu Daun Aphis spp.
- Koloni kutu hijau, hitam, atau kuning pada pucuk dan bagian bawah daun.
- Daun mengeriting dan pertumbuhan tanaman terhambat.
- Menghasilkan embun madu yang memicu jamur jelaga.
- Sanitasi lahan.
- Pelihara musuh alami seperti kepik koksi.
- Gunakan insektisida sesuai ambang pengendalian bila diperlukan.
Thrips Thrips spp.
- Daun tampak keperakan.
- Bunga mudah rontok.
- Buah menjadi cacat.
- Dapat menularkan virus.
- Gunakan mulsa plastik perak.
- Pasang perangkap biru.
- Lakukan pengendalian kimia bila populasi tinggi.
Lalat Pengorok Daun Liriomyza spp.
- Muncul lorong putih berkelok pada daun.
- Daun cepat mengering bila serangan berat.
- Buang daun yang terserang.
- Gunakan perangkap kuning.
- Konservasi parasitoid atau musuh alami.
Tungau Merah Tetranychus spp.
- Bercak kuning pada daun.
- Terdapat jaring halus di bawah daun.
- Daun mengering.
- Menjaga kelembapan.
- Gunakan akarisida bila diperlukan.
Lalat Buah Bactrocera spp.
- Buah berlubang.
- Buah membusuk sebelum panen.
- Bungkus buah.
- Gunakan perangkap metil eugenol.
- Musnahkan buah yang terserang.
Penyakit pada Mentimun
Embun Tepung Penyebab: Jamur
Jamur.
Gejala:- Daun tertutup lapisan putih seperti tepung.
- Daun menguning lalu mengering.
- Pangkas daun sakit.
- Jaga sirkulasi udara tetap baik.
- Gunakan fungisida sesuai rekomendasi.
Embun Bulu Penyebab: Oomycetes
Oomycetes.
Gejala:- Bercak kuning bersudut.
- Bagian bawah daun terdapat lapisan abu-abu keunguan.
- Daun cepat mati.
- Gunakan benih sehat.
- Atur jarak tanam.
- Hindari penyiraman dari atas atau sprinkler.
- Lakukan sanitasi lahan dengan membuang daun atau tanaman yang terserang berat.
- Terapkan rotasi tanaman.
Antraknosa Penyebab: Jamur
Jamur.
Gejala:- Bercak cokelat kehitaman pada daun.
- Luka cekung pada buah.
- Batang dan tangkai daun muncul bercak memanjang berwarna cokelat kehitaman.
- Buah terbentuk luka cekung berwarna cokelat kehitaman.
- Buah menjadi busuk dan tidak layak dipasarkan.
- Gunakan benih sehat.
- Lakukan sanitasi lahan dengan membuang dan memusnahkan daun, batang, dan buah yang terserang.
- Terapkan rotasi tanaman.
- Atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik dan kelembapan tidak terlalu tinggi.
- Hindari penyiraman yang membasahi daun dan buah.
- Kendalikan gulma yang dapat meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman.
Layu Bakteri Penyebab: Bakteri
Bakteri.
Gejala:- Tanaman layu mendadak meski tanah masih lembap.
- Batang mengeluarkan lendir saat dipotong.
- Gunakan benih atau bibit yang sehat dan bebas penyakit.
- Cabut dan musnahkan tanaman yang terserang agar tidak menjadi sumber infeksi.
- Lakukan rotasi tanaman selama 2 sampai 3 musim dengan tanaman bukan famili labu-labuan, misalnya jagung.
- Perbaiki drainase lahan dan hindari genangan air.
- Hindari melukai akar dan batang saat penyiangan atau pemeliharaan karena luka menjadi pintu masuk bakteri.
- Bersihkan dan desinfeksi alat pertanian sebelum digunakan pada tanaman lain.
Bercak Daun Bersudut Angular Leaf Spot
Bakteri.
Gejala:- Bercak bersudut mengikuti tulang daun.
- Daun berlubang setelah jaringan mati.
- Gunakan benih bersertifikat dan bebas patogen.
- Cabut serta musnahkan bagian atau tanaman yang terinfeksi untuk mengurangi sumber inokulum.
- Lakukan rotasi tanaman selama 2 sampai 3 musim dengan tanaman bukan famili labu-labuan.
- Hindari penyiraman dari atas atau sprinkler yang membasahi daun; gunakan penyiraman di pangkal tanaman.
- Atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik dan daun cepat kering.
Virus Mosaik Mentimun Penyebab: Virus
Virus.
Gejala:- Daun belang hijau-kuning atau mosaik.
- Daun keriting.
- Buah kecil dan bentuk tidak normal.
- Cabut tanaman yang terinfeksi.
- Kendalikan kutu daun sebagai vektor.
- Gunakan benih sehat.
Buncis
Buncis merupakan tanaman hortikultura bernilai ekonomi yang rentan terhadap serangan hama dan penyakit pada daun, batang, dan polong. Pengamatan rutin, sanitasi lahan, penggunaan benih sehat, dan pengendalian sesuai rekomendasi sangat penting untuk menjaga produksi.
Hama pada Buncis
Kutu Daun Aphid
Serangga pengisap cairan tanaman.
Gejala:- Daun menggulung dan mengeriting.
- Pertumbuhan tanaman terhambat.
- Menghasilkan embun madu yang menyebabkan jamur jelaga.
- Dapat menularkan virus.
- Gunakan musuh alami seperti kumbang koksi.
- Pasang perangkap kuning.
- Buang bagian tanaman yang terserang.
- Gunakan insektisida sesuai anjuran bila serangan berat.
Ulat Grayak Larva ngengat
Larva ngengat.
Gejala:- Daun berlubang tidak beraturan.
- Serangan berat hanya menyisakan tulang daun.
- Menyerang pada malam hari.
- Kumpulkan dan musnahkan ulat.
- Gunakan agen hayati seperti Bacillus thuringiensis.
- Gunakan insektisida bila diperlukan.
Lalat Kacang Lalat kacang
Lalat kacang.
Gejala:- Daun menguning.
- Batang berlubang.
- Tanaman muda layu dan mati.
- Gunakan benih sehat.
- Cabut tanaman terserang.
- Lakukan rotasi tanaman.
- Gunakan insektisida sesuai rekomendasi.
Thrips Serangga pengisap
Serangga pengisap.
Gejala:- Daun berwarna keperakan.
- Daun keriting.
- Pertumbuhan tanaman terganggu.
- Gunakan perangkap biru.
- Jaga kebersihan lahan.
- Gunakan insektisida selektif bila perlu.
Tungau Merah Tungau
Tungau.
Gejala:- Daun berbintik kuning.
- Daun mengering.
- Terdapat jaring halus.
- Tingkatkan kelembapan.
- Gunakan akarisida bila populasi tinggi.
- Buang daun yang terserang.
Penyakit pada Buncis
Antraknosa Penyebab: Jamur
Jamur.
Gejala:- Bercak cokelat kehitaman pada batang, daun, dan polong.
- Luka cekung pada polong.
- Biji dapat terinfeksi.
- Gunakan benih sehat.
- Lakukan rotasi tanaman.
- Buang bagian yang sakit.
- Gunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau klorotalonil sesuai anjuran.
Karat Daun Penyebab: Jamur
Jamur.
Gejala:- Bercak kuning.
- Benjolan cokelat seperti karat di bawah daun.
- Daun mengering dan gugur.
- Gunakan varietas tahan.
- Kurangi kelembapan.
- Semprot fungisida sesuai rekomendasi.
Embun Tepung Penyebab: Jamur
Jamur.
Gejala:- Daun tertutup tepung putih.
- Daun menguning.
- Tanaman tumbuh kerdil.
- Perbaiki sirkulasi udara.
- Hindari pemupukan nitrogen berlebihan.
- Gunakan fungisida berbahan sulfur atau kalium bikarbonat sesuai anjuran.
Layu Fusarium Penyebab: Jamur tanah
Jamur tanah.
Gejala:- Daun menguning.
- Tanaman layu meski tanah lembap.
- Pembuluh batang berwarna cokelat.
- Gunakan benih sehat.
- Lakukan rotasi tanaman.
- Perbaiki drainase.
- Cabut dan musnahkan tanaman sakit.
Hawar Bakteri Penyebab: Bakteri
Bakteri.
Gejala:- Bercak cokelat dengan halo kuning.
- Polong memiliki bercak cokelat.
- Daun mengering.
- Gunakan benih bebas penyakit.
- Hindari penyiraman dari atas.
- Lakukan sanitasi lahan.
- Gunakan bakterisida berbahan tembaga sesuai petunjuk.
Virus Mosaik Buncis Penyebab: Virus
Virus.
Gejala:- Daun belang hijau-kuning atau mosaik.
- Daun keriting.
- Tanaman kerdil.
- Produksi polong menurun.
- Gunakan benih bebas virus.
- Kendalikan kutu daun sebagai vektor.
- Cabut tanaman yang terinfeksi.
- Bersihkan gulma di sekitar lahan.
Diagnosa Cepat
Pilih tanaman dan gejala
Fitur ini membantu memperkirakan kemungkinan hama/penyakit dari gejala yang terlihat. Untuk serangan berat, tetap konsultasikan ke POPT/PPL.
07 - Nabati dan Musuh Alami
Bahan lokal untuk pengendalian ramah lingkungan
Pilih bahan untuk melihat fungsi, bahan, cara membuat, dan cara aplikasi.
Nama Bahan
08 - Info Petani Artikel Terbaru
Artikel dan informasi terbaru
Ikuti berita terbaru seputar pertanian di Kokbaun.
09 - Kontak dan Pesan Petani
Butuh bantuan di lapangan?
Petani dapat mengirim foto hama, penyakit, atau gejala serangan melalui WhatsApp. Jadwal konsultasi: Senin–Minggu, 08.00–16.00 WITA.
5 langkah pengendalian hama dan penyakit
Gunakan benih bermutu dan bersertifikat.
Tanam serempak dalam satu hamparan.
Lakukan pengamatan minimal 1 kali setiap minggu.
Manfaatkan musuh alami dan pestisida nabati.
Selalu gunakan pestisida nabati. Jika menggunakan pestisida kimia, gunakan secara bijaksana sesuai rekomendasi POPT/PPL.
10 - Footer Landing
Pertanian Cerdas di Ujung Jari.
Mari bertani lebih cerdas dengan memanfaatkan teknologi digital. Informasi pertanian kini lebih mudah diakses, mudah dipahami, dan mudah diterapkan.
Kembali ke Atas